Tiga Langkah Untuk Berhenti Jadi People Pleaser yang Perlu Kamu Tahu!

Tiga Langkah Untuk Berhenti Jadi People Pleaser yang Perlu Kamu Tahu!

Mungkin belum banyak dari kita yang tahu. Kalau, seorang people pleaser itu selalu menggantungkan penilaian orang lain tentang dirinya untuk memiliki rasa percaya diri. Itulah mengapa mereka selalu di hantui oleh rasa ketakutan dan kekhawatiran akan bayang-bayang dari pemikiran orang lain tentang mereka. Demi merasa berharga dan di terima oleh orang lain di lingkungannya, mereka akan berkata ‘ya’ pada apa pun permintaan yang di ajukan oleh orang lain.

Tentu saja hal ini bukanlah suatu kebiasaan yang baik. Apa lagi, bila orang tersebut menyetujui permintaan orang lain. Tanpa memerhatikan kebutuhan dirinya sendiri. Hal seperti ini dapat mengarahan kita pada kelelahan mental, perasaan khawatir berlebih, bahkan depresi.

Untuk itu, di lnasir dari laman majalahikan.net, inilah lima langkah untuk berhenti menjadi people pleaser.

1. Ketahui alasan mengapa kamu membantu orang itu

Di kutip dari laman Majalah Ikan, yaang pertama ada batas tipis antara people pleaser dengan orang yang benar-benar baik. Apabila kamu membantu orang hanya karena tidak mau merasa ‘bersalah’, maka berhati-hatilah, bisa jadi kamu seorang people pleaser. Hal ini bukan berarti kamu egois, melainkan kamu berusaha untuk jujur pada diri sendiri dan orang lain.

Bila memang ada hal-hal di luar batas yang tidak bisa kamu lakukan, tapi tetap memaksakan diri untuk menghindari perasaan bersalah, maka motivasimu untuk membantu orang lain bisa jadi keliru. Kenali hal ini pada diri sendiri.

2. Kenali dirimu sendiri lebih dalam

Kedengarannya memang sepele, tapi mengenal diri sendiri lebih dalam membuatmu tak lagi mendasari keberhargaan diri dari opini orang lain. Kamu tahu kelebihan dan kekuranganmu. Dan kamu tahu bahwa dirimu berharga terlepas dari perkataan mereka.

People pleaser cenderung menilai diri mereka dari penilaian orang lain. Selain berdampak buruk pada self-esteem, kebiasaan tersebut dapat membuat mereka ‘hilang arah’ akan pengenalan dengan diri sendiri. Akibatnya, kamu akan terus berharap akan validasi orang lain.

3. Mulai berani katakan ‘tidak’

Bagi sebagia orang yang enggan menolak permintaan orang, mengatakan ‘tidak’ pasti akan membuatmu merasa bersalah. Namun, terus-terusan mengiyakan ajakan atau permintaan orang di luar batas kemampuanmu hanya akan merugikan diri sendiri.

Katakan ‘tidak’ pada hal-hal yang memang tidak ingin kamu lakukan. Dengan ini, kamu menetapkan batas yang sehat di antara pertemanan kalian.