Sering Dikonsumsi di Jepang, Bagian Fugu yang Beracun

Majalah Ikan – Hidangan berbahan dasar ikan fugu jadi salah satu hidangan ekstrim yang populer. Untuk itu, ketahui bagian tubuh ikan fugu mana saja yang mengandung racun. Beberapa bagian tubuh ikan fugu atau ikan buntal mengandung sebanyak 30 racun yang dapat meregang nyawa manusia. Hingga kini, puluhan racun itu belum ada penawarnya.

Sering Dikonsumsi di Jepang, Bagian Fugu yang Beracun

Sering Dikonsumsi di Jepang, Bagian Fugu yang Beracun

Meski begitu, ikan ini amat disuka warga Jepang dan China. Karenanya kedua negara itu memiliki beberapa sajian berbahan dasar ikan fugu yang populer.

Wang Chengtao, kepala chef restoran ikan fugu, Tiangzheng Puffer membagikan proses pengolahan ikan fugu pada South China Morning Post. Tiangzheng Puffer merupakan restoran yang sudah manjakan pencinta ikan fugu di Dalian, China sejak tahun 2003.

Berbeda dengan Jepang, Wang menyebut bahwa China hanya melegalkan dua jenis ikan fugu untuk disantap. Keduanya pun merupakan ikan fugu yang dipelihara, bukan ikan fugu liar.

Sedangkan ada lebih dari 20 spesies ikan fugu yang diolah oleh restoran yang ada di Jepang. Jumlah itu terbilang sedikit dibanding total keseluruhan spesies ikan fugu yang ada di dunia. Sebab ada lebih dari 120 spesies ikan fugu yang hidup di berbagai belahan dunia.

Karena beracun, hanya chef yang memiliki lisensi resmi saja yang bisa mengolah ikan fugu. Wang jadi salah satu chef yang memiliki lisensi dalam pengolahan ikan tersebut.

Lewat video yang diunggah akun Facebook South China Morning Post, Wang menjelaskan proses ‘pembersihan’ ikan fugu. Awalnya Wang memisahkan bagian ikan yang beracun dan tidak layak makan.

Sebagai contoh, Wang mengambil seekor ikan fugu macan. “Pertama potong sirip dan mulut ikan fugu. Lalu buang seluruh bagian kulit ikan fugu. Selanjutnya singkirkan mata ikan fugu karena tidak bisa dimakan,” ungkap Wang dalam video itu.

Lebih lanjut ia menjelaskan, “Ini bagian ginjal ikan fugu dan tidak bisa dikonsumsi. Ini selaput lendir yang ada pada ikan fugu. Kita juga perlu mengangkatnya karena (selaput lendir) memproduksi bau amis ikan. Selanjutnya insang ikan fugu, ini juga tidak bisa dimakan. Lalu potong bagian tulang lingual.”

Sampai di situ, Wang menjelaskan bahwa ia sudah memisahkan bagian ikan yang mengandung racun dan yang aman dikonsumsi. Dari semuanya, bagian hati dan ginjal jadi organ yang paling beracun. Bagian ini harus diangkat hati-hati agar tidak tersayat dan racunnya mencemari daging ikan.

“Jantung, mata, dan otaknya juga mengandung racun. Begitu juga bagian ususnya.” tambah Wang.

Sebagai penutup, Wang menjelaskan betapa pentingnya kemampuan lebih untuk mengolah ikan fugu. Sebab meski diperbolehkan untuk dikonsumsi, ikan itu amatlah beracun.