Pakan Alami Ikan Cupang

Majalah Ikan – Berbagai makanan ikan cupang yang penuh gizi. Memberikan makanan yang terbaik tentu akan mempercepat proses pertumbuhan serta akan membuat badanya selalu sehat dan juga bugar.

Pakan Alami Ikan Cupang

Alami Ikan Cupang

Makanan untuk ikan cupang ini sangat banyak jenisnya, karena cupang merupakan hewan yang tidak rewel dalam urusan adapatasi. Makanannya juga cukup mudah didapatkan dengan harga yang murah.

Berikut ini adalah pakan ikan cupang yang bagus untuk ikan cupang.

1. Jentik Nyamuk
Jentik nyamuk atau yang biasa disebut dengan cuk merupakan makanan yang sangat baik bagi ikan cupang. Konon, jentik nyamuk memiliki banyak protein yang bagus untuk pertumbuhan ikan cupang terutama untuk anak-anak cupang yang masih kecil.

Jentik nyamuk juga sangat mudah ditemukan di sekitar kita, mulai dari bak mandi, ember, selokan, sawah, dan lainnya. Pokonya di mana ada air yang menggenang, baik itu bersih ataupun kotor, pasti nyamuk akan dengan senang hati bertelur di atasnya.

Karena kebiasaannya itulah maka kita juga dapat membudidayakan jentik nyamuk ini secara mudah. Caranya Anda hanya perlu menyiapkan ember atau wadah dengan air di dalamnya lalu letakan di tempat yang gelap. Usahakan agar airnya sedikit kotor karena air yang bersih biasanya akan diteluri oleh nyamuk penyebab demam berdarah.

Jika jentik-jentiknya sudah muncul, maka Anda dapat langsung memanen dan memberikannya kepada ikan cupang kesayangan Anda. Pastikan Anda memanennya secara teratur agar tidak ada jentik yang berubah hingga menjadi nyamuk.

2. Cacing Sutra
Menemukan cacing ini sangatlah mudah, Anda hanya tinggal menengok selokan yang kotor pasti akan ada kumpulan cacing ini di dalamnya.

Jika Anda merasa jijik untuk mengambilnya, maka Anda bisa membelinya di pedagang cupang dengan harga yang sangat murah. Sama halnya seperti jentik nyamuk, cacing sutra ini juga sangat bagus untuk pertumbuhan cupang agar bisa mencapai bentuk tubuh sempurna dalam waktu cepat.

Sebelum Anda memberikannya kepada ikan cupang, sebaiknya bersihkan terlebih dahulu cacing ini dengan air bersih. Pasalnya, kotoran yang menempel pada cacing ini bisa menimbulkan penyakit yang berbahaya bagi ikan cupang.

3. Cacing Darah
cacing darah atau bloodworm ini sebenarnya adalah larva nyamuk Chironomus sp. Cacing ini biasanya banyak dijual oleh pedagang ikan setelah dibekukan. Selain itu, ada juga yang menjualnya setelah dikeringkan.

Cacing darah ini sebenarnya tidak terlalu memiliki banyak protein sehingga tidak cocok untuk dijadikan makanan sehari-hari. Selain itu, cupang juga biasanya kurang tertarik dengan bloodworm ini, terutama yang sudah dikeringkan. Maka dari itu, jadikanlah bloodworm ini hanya sebagai makanan alternatif saja di saat Anda tidak memiliki makanan lainnya.

4. Kutu air
Kutu air atau water flea merupakan makanan favorit bagi para anak ikan cupang atau burayak. Burayak yang berusia 3 hari biasanya mulai memakan kutu air yang bergerak-gerak di air. Namun kutu air ini tidak akan mempercepat pertumbuhan mereka karena kandungan lemaknya hanya sedikit.

Meskipun begitu, kutu air dianggap memiliki khasiat untuk memperkuat tulang dan juga mempercantik warna ikan cupang. Maka dari itu, cupang yang sudah dewasa juga sangat menyukai hewan yang satu ini.

Kutu air biasanya banyak ditemukan di persawahan. Sayangnya, budidaya kutu air cukup sulit karena hewan ini umurnya pendek dan sangat rentan terhadap perubahan suhu air. Maka dari itu, kutu air biasanya dijual lebih mahal dibandingkan makanan ikan cupang yang lain.

5. Microworms
Disebut mikro karena ukurannya yang sangat kecil, berkisar antara 0,5 hingga 2 mm saja. Gerak geriknya yang lincah biasanya akan mengundang perhatian burayak untuk memakannya.

Microworms ini juga sangat mudah untuk dibudiayakan. Anda hanya tinggal membeli bibit microworms kemudian masukkan ke dalam toples. Untuk makanannya Anda hanya tinggal menaruh roti tawar ataupun oatmeal.

Toples yang beri microwors tersebut harus disimpan di dalam suhu sekitar 26 derajat celcius. Jika suhunya kurang dari itu maka biasanya perkembangbiakan microworms tidak akan terlalu pesat dan kualitasnya juga kurang baik.

6. Artemia
Artemia atau brine shrimp merupakan sejenis udang kecil yang biasa diberikan kepada burayak cupang, guppy, dan lainnya. Artemia bisa dijadikan sebagai bahan makanan alternatif jika Anda kesulitan untuk menemukan bahan makanan lainnya.

Artemia yang diberikan kepada ikan cupang adalah yang baru menetas. Artemia tersebut hanya memiliki ukuran sekitar 0,4 mm sehingga mudah untuk dikonsumsi ikan. Karena artemia ini berasal dari laut, pastikan Anda membersihkannya terlebih dahulu agar kadar garamnya berkurang.