Mengenal Ikan Gar

Majalah Ikan – Gar adalah jenis ikan primitf keturunan dari ikan palenoniscoids, yang sudah ada sejak 200 tahun yang lalu. Terdapat sekitar tujuh jenis spesies ikan gar, di Indonesia dikenal dengan nama ikan Alligator gar, nama tersebut sebetulnya adalah nama populer dari satu jenis ikan gar.

Mengenal Ikan Gar

Unikanya ikan ini merupakan salah satu di antara tujuh jenis ikan berbahaya yang tidak boleh masuk ke wilayah Indonesia. Harga ikan gar di pasaran sendiri ukuran 4.5-5.0 cm sekitar 10.000-15.000 Rupiah, dan ukuran mencapai 50-60 cm 1.500.000 – 2.000.000 Rupiah. Paling mahal adalah jenis ikan gar yang memiliki kelainan warna/ pigmen sehingga ikan ini berwarna putih, biasa disebut Alligator gar platinum dengan harga mencapai 50.000.000 Rupiah.

Klasifikasi Ikan Gar

Subphylum : Vertebrata (Craniata)
Superclass : Gnathostomata
Grade : Teleostomi
Class : Actinopterygii
Subclass : Neopterygii
Infraclass : Neopterygii
Division : Ginglymodi
Order : Semionotiformes
Famili : Lepisosteidae
Genus : Atractosteus Rafinesque 1820: 171 Lepisosteus Lacepede 1803: 331

 

Ciri-Ciri Ikan Gar

Ikan gar mudah dibedakan dari jenis lainnya dari moncongnya yang panjang dengan gigi-gigi runcing di rahang, serta dari sisik berbentuk intan yang tidak saling bertumpu. Ikan gar digolongkan dalam ikan primitif karena dijumpai beberapa ciri ikan primitif yaitu :

  1. bersisik ganoid (rata-rata ikan yang hidup saat ini berisik stenoid atau sikloid).
  2. bentuk gelembung renangnya seperti paru-paru yang berguna untuk membantu dalam pernafasan.
  3. tulang ekor yang heterocercal (namun dari luar nampak membulat).

Bentuk tubuh ikan gar bulat memanjang seperti torpedo. Sirip pungung dan sirip anal letaknya jauh di bagian belakang tubuh. Sisiknya tebal berbentuk wajik yang tidak saling bertumpu. Usus ikan gar mempunyai katup spiral yang mengambarkan sistem pencernaan primitif seperti yang dijumpai di hiu. Ikan gar juga memiliki gelembung renang yang mempunyai sistem pernafasan dan berhubungan dengan kerongkongan. Struktur ini memungkinkan ikan gar untuk meneguk udara, yang membantu sebagai pernafasan udara fakultatif. Hal inilah yang memungkinkannya untuk dapat tetap bertahan hidup di perairan dengan kadar oksigen yang sangat rendah.

Alligator gar merupakan jenis yang terbesar, tumbuh mencapai panjang dua meter, berat sekitar 45 kg. Namun dilaporkan ada yang mencapai 150 kg, panjang mencapai tiga meter.

Habitat :

Ikan gar mempunyai beberapa nama popular, terutama jenis A. Spatula yang penyebaranya cukup luas. Ikan ini dikenal dengan nama Gar, Garfish, Garpike, Gater Gar, namun nama populernya dalam Bahasa Inggris adalah Alligator Gar, Gator, Greater Gar, dan keberadaanya di sungai Mississippi membuatnya diketahui atau dikenal dengan nama Mississippi Alligator Gar. Di beberapa negara Eropa ikan ini dikenal dengan nama Catan, Gaspar Baba, Pejelagarto dan Marjuari (Spanyol), Garpigue Alligator (Prancis), Alligatorpansergedde (Danish), Alligatorbengadda (Swedia), Keihasluuhauki (Finalandia, dan Kostlin Obrovsky (Ceko).

Jenis-Jenis Ikan Gar :

Di dunia ini ada tujuh spesies ikan gar, yaitu:

  1. Atractosteus spatula, dikenal dengan nama Alligator Gar.
  2. Lepisosteus osseus, dikenal dengan nama Longnose Gar.
  3. L. Oculatus, dikenal Spotted Gar.
  4. L. platostomus, dikenal dengan nama Shortnose Gar.
  5. L. platyrhinchus, dikenal dengan nama Florida Gar.
  6. A. tropicus, dikenal dengan nama Tropical Gar.
  7. A. tristoechus, dikenal dengan nama Cuban Gar.

jenis ikan gar

Pakan:

Pakan yang disukainya di alam adalah ikan, terutama jenis ‘catfish’. Bila tidak ada, gar juga mau memakan krustasea dan unggas air atau jenis burung lainnya, mamalia kecil, kura-kura. untuk pemeliharaan Ikan Gar bisa diberikan ikan kecil, udang, ayam (ukuran ikan alligator 50 cm) dan kepiting.

Reproduksi:

Ikan gar betina biasanya mempunyai ukuran tubuh yang lebih besar dibanding jantan. di alam liar Ikan Gar memilih perairan yang deras pada saat akan memijah. Satu ekor betina dibuahi oleh 4 jantan, yang segera pergi begitu pemijahan selesai, jantan lebih banyak tinggal di tepian sungai atau danau  Telurnya yang berwarna hijau bersifat toksik, yang bisa mengakibatkan penyakit.

Ikan Gar termasuk ikan yang lamban pertumbuhannya. Betina mencapai kematangan kelamin sejak umur kurnag lebih 11 tahun, dan dapat mencapai umur 50 tahun. Berbeda pada Ikan jantan matang kelamin pada umur yang lebih muda yaitu enam tahun, namun umurnya lebih pendek, sekitar 26 tahun. Ikan jantan mempunyai ukuran dan tubuh lebih kecil dari betinanya.

Kematangan gonad ikan ini memerlukan waktu yang cukup  lama dan biasanya dicapai setelah setelah ikan berukuran besar. Induk betina yang sudah benar-benar matang gonad, perutnya membesar sampai ke arah anus. Induk betina yang sudah siap memijah akan memiliki warna urogenital yang merah. Sementara jantan yang sudah mencapai kematangan gonad, biasanya diurut dari bagian dada kearah ujung ekor akan mengeluarkan cairan sperma berwarna putih. Tanda inilah dapat digunakan untuk membedakan antara induk jantan dan betina dengan mudah.