Konsumsi Ikan Warga Riau di Atas Rata-rata

Majalah Ikan –  Konsumsi per kapita ikan warga Riau saat ini mencapai 40 kg per tahun. Jumlah ini sudah di atas rata-rata nasional yang berkisar 38 kg per tahun.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Perikanan Provinsi Surya Maulana pada Fasilitasi Rapat Koordinasi Forum Peningkatan Konsumsi Ikan Nasional (Forikan) Provinsi Riau di aula kantor tersebut.”Namun jumlah ini masih jauh di bawah konsumsi ikan Jepang, Singapura, Malaysia dan negara lainnnya,” katanya.

Konsumsi Ikan Warga Riau di Atas Rata-rata

Ikan Warga Riau di Atas Rata-rata

Namun jumlah konsumsi ikan Riau ini, katanya, sudah jauh meningkat dari angka lima tahun lalu (2009) yang hanya 28 kg per tahun.

“Kita terus melakukan kampanye konsumsi ikan mulai dari tingkat anak SD hingga SMP. Ditambah dengan pelatihan membuat menu-menu baru berbahan ikan,” katanya.

Menyinggung produksi ikan Riau, pada tahun 2014 dari  sektor darat (budi daya) 74.000  ton per tahun. Sedangkan sektor laut 93.000 ton per tahun. “Sedangkan target tahun 2015 untuk darat 93.000  ton dan laut 100.000 ton,” katanya.

Namun peningkatan produksi ini, katanya, harus diimbangi dengan terus naiknya tingkat konsumsi. “Sehingga harga ikan tetap stabil dan tidak anjlok,” katanya.

Sementara Direktur Pemasaran Dalam Negeri Dirjen P2HP Kementerian Kelautan dan Perikanan, Sadullah Muhdi, mengatakan, kekurangan konsumsi ikan akan membuat tubuh generasi bangsa cebol dan volume otak lebih kecil.

“Kita adalah bangsa yang tidur di atas sumber protein hewani terbaik di dunia (ikan) namun generasi mudanya miskin gizi,” tambahnya lagi.

Dalam pada itu, Wakil Ketua Forikan Pusat, Adi Surya, mengatakan, ikan adalah sumber protein hewani yang bisa diterima lintas suku dan agama. “Tidak ada agama dan suku tertentu yang melarang makan ikan, kecuali sekte tertentu yang memang tidak makan hewan sama sekali,” katanya.

Selain itu, dia mengatakan, ancaman konsumsi ikan masa datang adalah budaya makan junk food. “Masalah lainnya ada minimnya keuntungan yang diraih pembudidaya dan nelayan. Yang justru paling banyak mendapat untung adalah pengusaha kuliner,” katanya.

Selain jajaran pengurus Forikan Riau, hadir juga pengurus Forikan sejumlah kabupaten/kota dan staf Dinas Perikanan Riau.