KKP Melarang Pemeliharaan Arapaima Gigas

Majalah ikan – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Melarang Pemeliharaan Arapaima Gigas serta menjelaskan berbagai karakteristik dari ikan Arapaima gigas yang merupakan jenis ikan air tawar terbesar di dunia dari perairan daerah tropis Amerika Selatan, yang berbahaya bila dibudidayakan di Indonesia.

KKP Melarang Pemeliharaan Arapaima Gigas

“Habitat asli spesies ini berasal dari Sungai Amazon yang mempunyai iklim tropis, sehingga penyebarannya ada pada daerah iklim tropis, di antaranya Indonesia, Australia bagian utara, Papua Nugini, Amerika Selatan,” kata Kepala Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Hasil Perikanan KKP, Rina, di Jakarta, Kamis.

Dilihat juga: Ikan Arwana, Ikan Indah Air Tawar

Dengan demikian, peluang penyebaran di Indonesia cukup tinggi karena pada prinsipnya penyebaran secara alami bisa terjadi pada daerah yang beriklim sama dengan habitat aslinya, padahal keseluruhan spesies Arapaima seperti itu bersifat invasif.

KKP Melarang Pemeliharaan Arapaima Gigas

Selain itu, Arapaima gigas juga adalah jenis ikan predator yang bisa memakan hampir semua hewan yang bisa ditelan, terutama ikan yang berukuran kecil dan hewan-hewan lain yang ada di permukaan air.

Arapaima gigas jenis ikan predator

Dalam piramida rantai makanan, Arapaima gigas menempati puncak piramida di ekosistem perairan tawar setempat.

Arapaima gigas termasuk ikan bersifat kompetitor, yang dapat diartikan sebagai ikan yang bersaing dengan jenis ikan lain untuk mendapatkan makanan.

Arapaima bersifat karnivora, makanan utama ikan Arapaima adalah ikan-ikan yang ukurannya lebih kecil, meskipun terkadang ikan besar ini bisa memakan unggas, katak, atau serangga yang berada di dekat permukaan air.

Arapaima gigas juga dikenal sebagai pembawa parasit golongan protozoa, serta dapat melukai manusia, di mana saat dewasa ukuran mereka bisa mencapai lebih dari dua meter dengan berat tubuh lebih dari 200 kilogram.

Dilihat juga: Jenis-jenis Ikan Cupang dan Gambarnya

Saat ukurannya masih kecil, para pehobi senang memeliharanya. Sejalan dengan waktu, mereka bisa melepaskan ikan ini ke perairan dengan banyak alasan, di antaranya malas kasih makan atau tidak tega mematikan mereka.

Akhirnya ikan pemangsa itu dilepas begitu saja ke sungai-sungai di wilayah Indonesia.

Dengan ukurannya yang besar dan masif, ikan pemangsa itu bisa memakan ikan-ikan setempat serta biota air setempat dan makhluk lain jika dia lapar.

Untuk itu, pihak Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan KKP bersama pihak lain, di antaranya Badan Konservasi Sumber Daya Alam diharapkan dapat menjerat pelaku pelepasan dan pemelihara ikan Arapaima.