Majalah Ikan – Ikan Buntal adalah keluarga besar ikan air tawar yang terdiri dari 100 spesies berbeda. Berbagai jenis ikan buntal disebut dengan nama umum seperti balon, blowfish, Bubblefish, toadfish dan sea squabs.

Ikan buntal sangat erat kaitanya dengan ikan landak tetapi tidak memiliki duri eksternal yang menonjol dari ikan landak. Sebaliknya, mereka memiliki duri tipis yang tersembunyi dan hanya terlihat saat mereka mengembang.

Ikan Buntal sangat lambat, tangkas ikan yang memanfaatkan semua siripnya saat berenang. Untuk mengimbangi kecepatan yang lambat ini, ia juga telah mengembangkan mekanisme pertahanan yang baik.

Inilah 6 Jenis Ikan Buntal

Saat merasa terancam ikan buntal akan mengisi perutnya yang elastis dengan air sampai mengembang ke bentuk yang besar dan hampir seperti bola dunia. Ikan buntal juga dianggap sebagai vertebra paling beracun kedua di dunia dan beberapa bagian tubuh ikan ini sangat beracun bagi hewan lainya.

Ikan buntal berasal dari daerah tropis sebagian besar Samudra di seluruh dunia. Ikan buntal memiliki nuansa warna sawo matang, coklat, abu – abu, hitam dan putih. Selain itu tubuh mereka sering menampilkan pola warna dan tanda yang kompleks.

Ikan buntal adalah sepesies predator dan tidak boleh di tempatkan pada spesies ikan kecil yang bergerak lambat. Mereka juga bisa memangsa spesies invertebrata yang lebih kecil di akuarium. Ikan buntal adalah karnivora dan harus diberi makan makanan bergizi seperti cumi – cumi, krill, kerang dan udang. Ikan buntal dapat hidup selama 4 – 8 tahun.

Berikut ini adalah 6 jenis ikan buntal yang di rangkum Majalah Ikan

1. Takifugu

Takifugu

Takifugu adalah genus ikan buntal, sering kali lebih dikenal dengan nama Jepang fugu. Ada 25 spesies yang termasuk dalam genus Takifugu dan sebagian besar berasal dari perairan garam dan payau di Pasifik barat laut, namun beberapa spesies ditemukan di perairan air tawar Asia atau lebih luas di wilayah Indo-Pasifik.

Makanan mereka kebanyakan terdiri dari alga, moluska, invertebrata dan kadang krustasea. Ikan itu mempertahankan diri dengan menggembungkan tubuh mereka beberapa kali dari ukuran normal dan dengan meracuni predator mereka. Pertahanan ini memungkinkan ikan untuk secara aktif menjelajahi lingkungannya tanpa banyak takut diserang.

2. Ikan buntal fahaka

Ikan buntal fahaka

Ikan buntal fahaka juga dikenal sebagai puing Nil, ikan duniawi, garis tenggorokan (Tetraodon lineatus), adalah ikan buntahan air tawar tropis yang ditemukan di lembah Nil, Chad, Senegal, Gambia, Geba, Volta dan Turkana bagian atas Di Barat, Timur Laut dan Afrika Timur.

Ikan buntal Fahaka bisa mencapai panjang hingga 43 cm (1,4 kaki). Seperti semua puffers mereka memiliki kemampuan untuk mengembang saat terancam dan membawa racun tetrodotoxin. Ikan buntal Fahaka, seperti molluscivora lainnya, memberi makan terutama pada organisme bentik yang mungkin termasuk kerang air tawar dan siput. Mereka biasanya ditemukan di sungai besar, air terbuka dan pinggiran vegetasi.

3. Red Eye Puffer

Red Eye Puffer

Red Eye Puffer adalah salah satu jenis puffer yang lebih jarang. The Red Eye Puffer benar-benar ditemukan di air tawar, tanpa membutuhkan garam sama sekali. Mereka adalah puffers kecil dengan kepribadian yang besar dan sikap yang lebih besar lagi.

Mereka sangat agresif dan satu-satunya pasangan tangki yang cocok lebih dari jenisnya sendiri atau invertebrata, dan beberapa puffers sangat agresif sehingga harus dijaga sendiri.

4. Ikan buntal Green Spotted

Ikan buntal Green Spotted

Green Spotted Puffer adalah ikan yang sangat unik dan menarik. Sayangnya, Green Spotted Puffer (GSP) sering disalah pahami. Biasanya dijual sebagai ikan air tawar, GSP hanya akan bekerja dengan baik tanpa garam laut dalam airnya untuk waktu yang sangat singkat.

Penyiapan payau yang baik diperlukan untuk kesehatan dan umur panjang dari Green Spotted Puffer. Mereka harus disimpan dalam akuarium besar, dengan tidak kurang dari 30 galon per puffer, karena ini akan tumbuh mencapai enam inci.

5. Target Puffer

Target Puffer

Target Puffer (Tetraodon leiurus) alias Twin Spot Puffer atau Eyespot puffer, ditemukan di perairan yang mengalir dan berdiri di wilayah sungai Mekong yang lebih rendah di Asia Tenggara, dari Thailand sampai Indonesia, di lingkungan air tawar dan payau. Mereka ditemukan di cekungan Chad, Niger, Volta, Gambia, Nil, Geba dan Sungai Sénégal.

6. Puffer Mbu

Puffer Mbu

Puffer Mbu, buntal raksasa atau buntal air tawar raksasa (Tetraodon mbu) adalah karnivora buntel air tawar yang berasal dari bagian tengah dan bawah Sungai Kongo di Afrika, serta pantai timur Danau Tanganyika dekat mulut Sungai Malagarasi.

Spesies ini biasa disebut sebagai ikan buntal air tawar raksasa karena ukurannya yang masif, tumbuh hingga panjang 67 cm (26 inci). Dengan demikian, ikan ini sulit untuk ditampung di akuarium rumah karena mereka memerlukan tangki yang sangat besar dan penyaringan air berskala yang tepat.

Seperti semua kerabatnya, puffer Mbu mampu menggembungkan diri dengan air atau udara saat stres atau ketakutan lainnya. Ini memakan ikan kecil, moluska dan krustasea. Spesies yang disimpan di penangkaran, membutuhkan beragam makanan yang terdiri dari makanan renyah untuk membantu memastikan kesehatan yang baik dan untuk mencegah pertumbuhan berlebih gigi.