Cara Menaikkan Nafsu Makan Belut

Belut seperti makhluk hidup lainnya yang akan makan ketika timbul rasa lapar. Jika belut ditambahkan formula perangsang nafsu makan, rasa lapar akan semakin terasa sehingga belut akan bergerak dan menelan pakannya. Proses diawali dengan memberi perangsang nafsu makan belut sehingga pertumbuhan akan berjalan lebih cepat.

Nafsu makan akan timbul dari penglihatan, penciuman, dan perabaan. Makanan yang baik harus bisa menarik jika dilihat belut dan mengeluarkan aroma yang memancing belut. Saat nafsu makan meningkat, alat pencernaan belut akan langsung bekerja dan bersiap-siap menerima pakan yang masuk ke perut dan mengolahnya menjadi sumber energi.

Saat memberikan makanan pakan pada belut harus dilakukan secara hati-hati dan cukup. Jika makanan yang diberikan berlebihan, malah akan menurunkan nafsu makan belut sehingga perangsang tersebut akan sia-sia. Oleh karena itu pelajari dengan baik cara memberikan pakan pada belut yang benar dan tepat agar pakan dapat terserap optimal.

Pakan yang biasa diberikan untuk merangsang nafsu makan adalah jenis yuyu atau kepiting kecil. Peternak biasanya akan mencacah untuk mengeluarkan aroma kepiting kecil tersebut sehingga menarik perhatian dan membuat belut mendekat untuk mengonsumsi pakan tersebut.

Selain dari pakan, untuk menaikkan nafsu makan juga harus melihat bobot. Ukuran bobot akan berpengaruh terhadap jumlah pakan yang dikonsumsi oleh belut tiap harinya. Belut kecil memiliki aktivitas metabolisme yang lebih banyak dari belut besar. Oleh karena itu, belut kecil biasanya membutuhkan jumlah pakan yang lebih banyak dibanding belut berbadan besar.

Kondisi kesehatan juga akan memengaruhi nafsu makan. Belut yang sehat akan mempunyai rangsangan yang bagus terhadap nafsu makan. Kesehatan tersebut berkaitan erat dengan kondisi tempat tinggal belut yang bersih, terawat, dan tidak jorok. Tempat yang jorok akan menurunkan kualitas air sehingga belut yang ada di dalamnya lebih mudah sakit. Saat sakit, belut akan mengalami penurunan nafsu makan.

Suhu kolam juga harus dijaga untuk tetap stabil. Perubahan suhu yang esktrem, kadar CO2, NH3, dan H2S yang tinggi akan menurunkan kualitas air sehingga membuat belut kurang nyaman. Pada saat itu belut jadi lebih mudah stres sehingga nafsu makannya berkurang.